Banjir Landa Aceh

WARGA mendorong sepeda motor yang mogok di lokasi banjir Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Jumat (18/10/2013)


LHOKSUKON - Hujan deras yang mengguyur Aceh Utara sejak Jumat (18/10/2013) sekitar pukul 01.00 WIB membuat air Krueng (sungai-red) Keureutoe dan Krueng Pirak meluap. Akibatnya, puluhan desa dalam empat kecamatan di kabupaten tersebut yaitu Paya Bakong, Pirak Timu, Matangkuli, dan Kecamatan Tanah Luas, terendam banjir. Ketinggian air sekitar dua meter. Eksesnya, puluhan warga mengungsi ke lima titik pengungsian.

Amatan Serambi, kemarin, warga mengangkut perabot rumah tangga dan barang elektronik ke rumah familinya yang berada di tempat yang lebih tinggi. Sebagian lainnya mengangkut barang mereka ke meunasah dan titik pengungsian. Sementara sejumlah polisi dan TNI berjaga-jaga di lokasi banjir. Sedangkan tim Search And Rescue (SAR), Tagana, PMI, Rapi, dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mengevakuasi warga dari lokasi banjir menggunakan speedboat. Sebanyak delapan speedboat disiagakan pada lokasi banjir.

Selain itu, pelajar MTsN Matangkuli, SMPN 1 Matangkuli, SMAN 1 Matangkuli, dan SDN 6 Matangkuli terpaksa dipulangkan lebih cepat dari biasanya. Karena, sekitar pukul 10.00 WIB, banjir sudah merendam ruang kelas di sekolah tersebut. Sementara petugas medis dari Puskesmas Matangkuli dan Tanah Luas menggunakan ambulans membagikan obat gratis kepada warga di lokasi banjir.

Ramli (45), warga Desa Teupin Me, Kecamatan Tanah Luas, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan warga tak sempat memindahkan ternak unggas dan padi yang baru siap dipanen karena banjir mulai merendam kawasan itu sekitar pukul 04.00 WIB. Akibatnya, banyak padi yang terendam dan ternak mati. Menurutnya, banjir kali ini termasuk yang terparah dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk membantu kebutuhan bagi pengungsi di Aceh Utara, Dinas Sosial Aceh, Jumat (18/10) pagi telah mengirim bantuan tambahan ke lokasi banjir. “Bantuan yang kita kirim adalah mi instan 100 dus, kecap 30 dus, sambal 30 dus, gula 100 kilogram, minyak goreng 240 kilogram, 1.330 daster, dan 1.000 baju kaos,” rinci Pelaksana tugas (Plt) Kadis Sosial Aceh, Drs Muslish MSi, melalui Kabid Banjamsos, Drs Burhanuddin MM kepada Serambi, kemarin.

Menurut Burhanuddin, pihaknya juga sudah menurunkan sejumlah relawan tagana ke lokasi untuk mengevakuasi warga dan membuka dapur umum. “Sedangkan beras masih cukup dari stok yang telah dikirim sebelumnya. Namun, kami siap menambah bila ada permintaan lagi. Karena stok beras reguler untuk kebencanaan di Dinsos Aceh hingga kini masih tersedia 60 ton lagi,” ungkap Burhanuddin.

Sementara itu, sekitar pukul 13.00 WIB, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Aceh Utara juga menyalurkan bantuan berupa 1,6 ton beras, 80 kotak mi instan dan sarden untuk pengungsi. “Itu tahap awal. Bantuan ini terus didistribusikan ke warga yang mengungsi,” jelas Kadisosnakertrans Aceh Utara, Jailani, kemarin.

Sekitar pukul 15.30 WIB, lokasi pengungsian di Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara belum menerima bantuan masa panik. “Untuk makan siang ini (kemarin-red), kami kumpulkan uang dari warga seadanya. Makan nasi pakai mi instan saja. Kita harap, bantuan segera datang,” harap Muntahar, warga setempat.(c46/c37)

Serambi Indonesia

Banjir Landa Aceh Banjir Landa Aceh Reviewed by Sumadi Arsyah on 02:31 Rating: 5